Rahasia Dibalik Teh Chatime Yang Selalu Jadi Pilihan!

Hai hai, Chatimers! Kali ini Chatime mau ajak kamu untuk intip proses pengolahan teh Chatime, nih. Are you ready? Simak kuuy~
Pemetikan atau Plucking
Tahukah kamu kalau teh ternyata bisa dipanen sepanjang tahun? Perbedaan musim panen bisa bikin aftertaste dari setiap teh berbeda, lho. Biasanya, para petani teh Chatime hanya memetik bagian pucuk yaitu sebanyak 2-3 helai daun teh muda. Kenapa sih harus bagian pucuk atau daun teh muda? Soalnya daun teh muda punya tingkat asam amino atau Theanine yang lebih tinggi nih, Chatimers, yang otomatis bikin aftertaste dari rasa teh Chatime jadi gak pahit.
Pelayuan atau Withering
Proses pelayuan ini penting lho, Chatimers, untuk memaksimalkan proses oksidasi pada teh. Ada dua proses pelayuan yang dilakukan Ahli Teh Chatime, yaitu proses outdoor dan indoor. Pertama, daun teh yang baru dipanen disebarkan di luar ruangan di atas kanvas secara merata. Di sini, para Ahli Teh Chatime akan memastikan setiap daun terkena udara dan sinar matahari sepenuhnya sebelum dibawa ke dalam ruangan untuk tahap kedua. Selama proses pelayuan ini, daun teh segar akan mengalami dehidrasi dan warna daunnya nanti akan berubah jadi hijau tua. Wow, magic!
Pememaran atau Tossing
Pememaran atau Tossing dilakukan untuk menghilangkan kadar air dari daun teh sambil dimemarkan dengan menggunakan mesin berteknologi canggih milik Chatime. Waktu dan kecepatan pememaran akan dipantau secara ketat, karena tindakan ini bisa membantu mendorong proses fermentasi makin efisien. Kira-kira Chatimers udah pernah tahu proses yang satu ini atau belum, nih?
Fermentasi atau Fermentation
Fermentasi biasanya kita kenal sebagai proses oksidasi dalam pengolahan teh. Ada 4 tingkatan fermentasi, seperti non-fermentasi, semi-fermentasi, full-fermentasi, dan pasca-fermentasi. Untuk meningkatkan proses fermentasi, biasanya daun teh ditempatkan di ruangan yang suhunya lembab nih, Chatimers. Tingkat fermentasi ini bisa menyebabkan perbedaan pada warna dan rasa dari daun teh.
Fiksasi atau Fixation
Para Ahli Teh Chatime menyebutkan bahwa proses fiksasi disebut juga dengan tahap de-enzim. Chatimers penasaran gak nih, sama proses fiksasi ini? Lanjut yaaa, jadi proses ini dilakukan dengan cara mengukus daun teh dengan suhu tinggi untuk menghentikan proses fermentasi teh melalui penghancuran aktivitas enzim. Kerennya nih, proses fiksasi ini bisa mempertahankan aroma dan rasa teh sesuai dengan yang kita mau. Kualitasnya bener-bener terjaga!
Rolling & Pengeringan
Setelah proses fiksasi, tekstur daun teh akan jadi lebih lembut dan cenderung basah. Daun teh yang basah akan digulung berulang kali agar getah dan sarinya keluar dan menempel pada permukaan daun. Selanjutnya, tahap pengeringan, deh. Proses pengeringan akan dilakukan beberapa kali untuk mencapai kadar air sekitar 3% dan berbagai bentuk, seperti spiral, bola, kerucut, dan lainnya.
Pemurnian & Pengemasan
Yes, kita udah sampai di tahap akhir! Pada tahap pemurnian ini, kita akan melakukan penyortiran pada daun teh. Mulai dari warna, ukuran, dan kualitas setiap helai daun teh. Hanya daun teh dengan kualitas terbaik saja yang akan lolos untuk dikemas lho, Chatimers.
Itu dia beberapa tahap pengolahan teh Chatime. Gimana? Asik, kan? Nanti kita jalan-jalan lagi di artikel selanjutnya yaa. Kalau soal teh, Chatime jagonya, deh! Kualitasnya terjamin dan pastinya Chatime halal dan aman untuk kamu konsumsi. Jadi, udah minum Chatime hari ini?